Fakta Tentang Sinetron Indonesia
Sekarang, saya mau mengungkapkan apresiasi saya terhadap sinetron yang sering ditayangkan di Indonesia. Sebenernya sudah lama ingin saya tulis, tapi baru sekarang punya kesempatan untuk menuliskannya.
Sinetron (Sinema Elektronik), adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela. Menurut hasil wawancara dengan Teguh Karya, sutradara terkenal asal Indonesia, istilah yang digunakan secara luas di Indonesia ini pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono (salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakarta).
Di Indonesia, sinetron bukan sesuatu yang langka. Hampir setiap hari, dan hampir setiap stasiun televisi menayangkan sinetron. Judul dan temanya pun beragam, dari mulai keluarga, percintaan, dan lain-lain. Saya sendiri salah satu penikmat sinetron, ya meski tidak terlalu fanatik, tapi cukup sering nonton sinetron, itupun tergantung ceritanya menarik atau tidak. Oh iya, saya menonton sinetron bukan hanya sebagai tontonan semata, tapi saya pelajari juga sedikit-sedikit, gimana jalan ceritanya, sampai manfaat apa yang bisa saya dapatkan dari nonton sinetron. Oleh karena itu, saya berhasil ngerangkum sedikit tentang Fakta Sinetron Indonesia versi Saya.
Fakta Sinetron Indonesia
Tema, ini hal yang paling penting dalam terbentuknya sebuah cerita, jika tidak ada tema, ya tidak akan ada yang namanya cerita didalam sebuah sinetron. Di Indonesia, tema yang paling sering dipakai adalah seperti yang telah dijelaskan pada gambar bagan berikut.

Sepertinya bukan 1, 2, atau 3 sinetron yang memakai tema-tema diatas, jumlahnya banyak, hingga sebagian penonton bosan. Pada beberapa tema seperti percintaan dan keluarga, biasanya pemeran utama menjadi orang yang disiksa dan ditindas. Disusul oleh pemeran pembantu yang menjadi penyiksa. Klikmaks, biasanya bagian ini dibuat menegangkan, seperti terjadi kecelakaan. Insiden kecelakaan pada Sinetron Indonesia sendiri memiliki “ciri khas”, yang membuat orang malas untuk menontonnya. Berikut faktanya :
Ilustrasi : Terjadi insiden kecelakaan pemeran ditabrak mobil.
Pemeran yang ditabrak tidak tahu akan datang sebuah mobil yang akan menabraknya. Namun, beberapa saat setelah dia mengetahui dia akan tertabrak sebuah mobil, dia malah kebingungan dan berdiam diri, bukan berusaha menyelamatkan diri dengan cara lari. Padahal, jarak antara pemeran dengan mobil itu sekitar 10-20m.

Lalu, pemeran itu tertabrak. Tapi apa? Ketika tertabrak mobil, masih ada jarak yang cukup jauh antara mobil dengan pemeran yang tertabrak. Tetapi sayangnya, kejadian itu sangat didramatisir.

Ketika insiden itu telah terjadi, hanya tersentuh mobil sedikit saja, pemeran sudah Berlumuran darah bahkan hingga babak belur. Terlihat jelas bahwa mustahil sekali hanya tersenggol sedikit tetapi pemeran langsung berdarah sebanyak itu.

Ya, mungkin itu saja beberapa Fakta Sinetron Indonesia versi Saya yang mungkin bisa dijadikan kritikan untuk kemajuan sinetron Indonesia. Kita bangsa yang cerdas, kita tidak bisa terus seperti ini. Semoga suatu hari nanti sinetron di Indonesia bisa maju.
gak mutu gan sinetron indon, mending liat OVJ gan... OVJ juga garing sih sebenernya, tapi masih mending lah, kalo ane seringnya liat berita politik dan hukum gan, hahah
bagus jal ~
@labera : yah, ente kan emang calon Sarjana Hukum -__-" wajar aja nontonnya begituan :p
@rana : eaea kan rana sering nonton :D
kalo seorang tokoh akan menceritakan fakta, maka akan datang orang ke-3 yang mengganggu orang yang menceritakan fakta ^^