Browsing Category

Opini

Opini

Kita Semua Pernah Mengalami Masa 4L4Y

h4LLo s3mu4 ! Kali ini gue mau ceritain dan ngajak lo semua flashback ke jaman yang paling berkesan khususnya buat gue, yaitu ketika jaman-jamannya 4L4Y. Kenapa gue mau mengangkat cerita nyata ini jadi cerita diblog gue ini? Ya soalnya menarik aja, sekalian cari hiburan. Soalnya liburan kali ini ngga terlalu berwarna.

situ alay

Situ pernah alay?

Jadi, gue ngga tau pasti gimana awal mulanya muncul kata 4L4Y, yang jelas gue tau dengan perlahan seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi. Banyak banget pengertian dari 4L4Y yang gue denger dari orang lain khususnya temen-temen gue , dan juga sering liat di status orang baik facebook, atau twitter. Jadi, sampai sekarang ngga ada yang tau apa definisi 4L4Y sebenarnya. Jadi, gue cuma nyeritain sedikit kondisi mengenai 4L4Y.

Duh, posenya~

Duh, posenya~

Dulu gue juga pernah mengalami masa 4L4Y ini (dari segi tulisan). Tepatnya waktu masih peralihan dari kelas 7 ke kelas 8. Baik dari teks message sampe status facebook. Mungkin karena gue baru kenal facebook pas kelas 8. Ngga cuma itu, dikelas 8 gue udah mulai kenal dunia maya, game online, warnet dll. Lo bisa bayangin betapa gapteknya gue? Ehm, jujur sejak SD – kelas 7 SMP gue belom pernah yang namanya main Game Online ke Warnet. Kelas 8 adalah masa-masa yang ngga mudah buat gue, disitu gue dapet temen sekelas (khususnya anak cowo) yang bisa dibilang pecandu game online dan warnet. Sungguh, itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Beberapa pemahaman yang berbeda, membuat status makin ngga jelas. Buat orang-orang kelas 1 yang “jahat”, alay itu dilihat dari kemampuan ekonomi. Buat orang-orang kelas 1 yang “baik”, mereka baru ngecap seseoran sebagai alay dari gayanya, ngga peduli tajir apa ngga. untuk yang kelas menengah, alay itu setiap dari mereka yang tYp3 L1k3 tH15, dan untuk kelas bawah, mereka adalah orang yang dicap sebagai alay (termasuk gue dulu). “tYp3 L1k3 tH15” juga pernah menjadi trending topic di twitter. Tapi menurut gue , ngga begitu juga deh. Alay itu ngga berdasarkan status ekonomi kok, dan sebenernya tuh ngga ada itu yang namanya alay atau orang udik atau orang kampungan. Mereka (termasuk gue dulu) adalah orang terlambat. Udah kok, itu doang. Mereka cuma terlambat. Alasan mereka termasuk gue yang 4L4Y) terlambat pun karena kalo mereka “mencicipi” sesuatu barengan dengan golongan di atas mereka, nanti dianggap sok atau apa lah.

Contoh Situasi

gaya alay

Gaya alay pasaran

Waktu booming fs, yang ngview pasti dominan golongan atas. Pas booming fb, golongan bawah merajalela di fs. Awalnya tYp3 L1k3 tH15 pernah dipake sama banyak golongan atas, tapi ketika disadari itu norak, jadi ngga jaman lagi. Akhirnya sekarang dipake sama golongan bawah. Yang jadi pertanyaan, kenapa harus seperti itu? Ketika mereka mencoba, malah dicap seperti itu. Ketika kita tak butuh lagi dan mereka mencoba, malah dihina. Lantas apa mau kita? apa ngga bisa untuk tidak terlalu mengurusi orang lain? Oh, iya. Gue sendiri dulu emang 4L4Y, ngga tau kenapa gue kalo ngeliat teks sms dari temen-temen gue yang tYp3 L1k3 tH15 itu keliatannya “Kerenz” banget pada saat itu, jadi pengen niru. Mungkin emang karena lingkungan, dan karena emang jamannya.

4L4Y Jaman Sekarang, berdasarkan penilaian orang-orang adalah yang :

  • Setiap foto dirinya sendiri, selalu dengan gaya “kerenz” nya, mulai dari telunjuk di taro didepan bibir, mulut di gembungin, dll.
  • Sering upload foto dirinya sendiri ke jejaring sosial.
  • Rambut dibilang dan digaya-gayain kaya Emo, emang pada tau Emo itu apa? dan masih banyak lagi.

Gue rasa itu cuma sekedar opini dari masing-masing orang, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

(KBBA) Kamus Besar Bahasa Alay

Anak : Nax, Anx, Naq
Cuekin : Cuxin (ngga jelas!)
Curhat : Cvrht (ini bahasa rusia apa?)
Terus : Rus, Tyuz, Tyz (Aarrghhh!)
Tiap : Tyap
Kalau : Kaluw, Klw, Low (oh man!)
Setiap : Styp
Main : Men (mens sekalian, kayak datang bulan aja)
Paling : Plink, P’ling
Love : Luph, Luff, Loupz, Louphh
Makan : Mumz, Mamz, mamam (ini mah sepupu gue umur 2 tahun sering ngomong gitu)
Yuk : Yuq, Yuqz, Yukz
Lupa : Lupz (kok bisa jd Lupz? Darimana?)
Udah : Dagh, Uwdach
Kamu : Kamuh, Kamyu, Qmu, Kamuwh (berbahasa Indonesialah dengan baik dan benar teman)
Aku : Akyu, Akuwh, Akku, (Asem)
Maaf : Mu’uv, Muupz, Muuv (itu bacanya mulut harus dimonyong-monyongin ya? u,u )
Sorry : Cowwyy, Sowry,cowly yach (WTF!!!)
Siapa : Sppa, Cppa, Cpa, Spa (SPA?? Perawatan tubuh, mau dong!)
Kakak : Kakagg
Rumah : Humz, Hozz, Uz (Hozz..hozz..capek abis lari2)
Aja : Ja, Ajj (Ajj bacanya apa ya?)
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang (Lama-lama jadi eyang)
Boleh : Leh
Baru : Ru (Ru??? Apaan tuh?)
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz, Yua, Ea (sering dijumpai di facebook)
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum,lomz
Cape : Cppe, Cpeg (Tapee deeh….)
habis: abizzz
Kan : Khan, Kant, Kanz (Shah Rukh Khan?)
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckeppz
Keren : Krenz, Krent, Kyeent (makin parah)
Kurang : Krang, Krank,ckalank (Crank? Tambah ngga ngerti daaah!)
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb (ternyata bahasa indonesia juga ada Hukum Bacaan Iqlab ya?)
Dulu : Duluw (Dulux aja biar bisa ngecat tembok)
Sempat : S4 (S1, S2, S3, pinter banget sampe S4, -_____- )
Ini : Iniyh, Nc,nech (apa hbungannya “ini” ama “Nc”?? WTF)
Ketawa : xixixi, haghaghag,, wkowkowkwo (bacanya apa coba tolong jelaskan, kan susah dibaca)
Nggak : Gga, Gax, Gag, Gx
Hai : Ui (Apaan Ui? Universitas Indonesia?)
SMS : ZMZ, XMX, MZ (oh god! Ngga ngerti dah)
Lagi : Ghiy, Ghiey, Gi (Gigi lu dah)
Apa : Pa, PPa,pha (PPa ??? Mamanya mana???)
Tapi : PPi (sama aja kaya yang diatas, asem)
Sih : Siech, Sieyh, Ciyh,cehh (nggak sekalian aja Syekh Puji)
Dong : Dumz, Dum (apa Dum-dum?)
Reply : Repp (ini yang paling sering ditemukan di dunia maya)
Halo : Alow (menurut lu, apakah kita teletubbies? Berpelukaaaan….)
Sayang : Saiank, Saiang, chaiank,taiankk (masih bisa diterima dah)
Lucu : Luthu, Uchul, Luchuw (pacul kali om…)
Khusus : Khuzuz (Cuma diganti “z” doang)
Kalian : Klianz (klien kale…)
Add : Et, Ett (biasanya minta di add facebooknya)
Banget : Bangedh, Beud, Beut (sekalian aja baut sama obengnya)
Misalnya : jadi misalna, misal’a, misal.a (halah….)
Imut : Imoetz, Mutz, muetzz,moetz (ngemut kali gan?)
Loh : Loch, Lochkz, Lochx
Gitu : Gtw, Gitchu, Gituw
Salam : Lam
Kenal : Nal (buset irit karakter banget)
Buat : Wat, Wad
Cewek : Cwekz
Cowok : Cwokz
Karena/Soalnya : Coz, Cz (bahasa inggris yg disalahgunakan)
Masuk : Suk, Mzuk, Mzug, Mzugg (Oh God……)
Punya : Pya, P’y ( Piya? -_- )
Pasti : Pzt, pzty

Mungkin itu aja cerita sekaligus opini gue kali ini. Tidak ada sama sekali maksud untuk memojokkan, menyinggung individu atau kelompok orang. Intinya, kita jangan terlalu banyak ikut campur urusan orang, dan asal menilai orang. Lebih baik benahi diri sendiri dulu.

Sumber dan referensi
  • Google images
  • Photobucket
Opini

Fakta Tentang Sinetron Indonesia

Tema Sinetron Indonesia

Sekarang, saya mau mengungkapkan apresiasi saya terhadap sinetron yang sering ditayangkan di Indonesia. Sebenernya sudah lama ingin saya tulis, tapi baru sekarang punya kesempatan untuk menuliskannya.

Sinetron (Sinema Elektronik), adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela. Menurut hasil wawancara dengan Teguh Karya, sutradara terkenal asal Indonesia, istilah yang digunakan secara luas di Indonesia ini pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono (salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakarta).

 

Di Indonesia, sinetron bukan sesuatu yang langka. Hampir setiap hari, dan hampir setiap stasiun televisi menayangkan sinetron. Judul dan temanya pun beragam, dari mulai keluarga, percintaan, dan lain-lain.

Saya sendiri salah satu penikmat sinetron, ya meski tidak terlalu fanatik, tapi cukup sering nonton sinetron, itupun tergantung ceritanya menarik atau tidak. Oh iya, saya menonton sinetron bukan hanya sebagai tontonan semata, tapi saya pelajari juga sedikit-sedikit, gimana jalan ceritanya, sampai manfaat apa yang bisa saya dapatkan dari nonton sinetron. Oleh karena itu, saya berhasil ngerangkum sedikit tentang Fakta Sinetron Indonesia versi Saya.

Fakta Sinetron Indonesia

Tema, ini hal yang paling penting dalam terbentuknya sebuah cerita, jika tidak ada tema, ya tidak akan ada yang namanya cerita didalam sebuah sinetron. Di Indonesia, tema yang paling sering dipakai adalah seperti yang telah dijelaskan pada gambar bagan berikut.

Bagan tema sinetron Indonesia

Bagan tema sinetron Indonesia

Sepertinya bukan 1, 2, atau 3 sinetron yang memakai tema-tema diatas, jumlahnya banyak, hingga sebagian penonton bosan. Pada beberapa tema seperti percintaan dan keluarga, biasanya pemeran utama menjadi orang yang disiksa dan ditindas. Disusul oleh pemeran pembantu yang menjadi penyiksa.

Klikmaks, biasanya bagian ini dibuat menegangkan, seperti terjadi kecelakaan. Insiden kecelakaan pada Sinetron Indonesia sendiri memiliki “ciri khas”, yang membuat orang malas untuk menontonnya. Berikut faktanya :

Ilustrasi : Terjadi insiden kecelakaan pemeran ditabrak mobil.

Pemeran yang ditabrak tidak tahu akan datang sebuah mobil yang akan menabraknya. Namun, beberapa saat setelah dia mengetahui dia akan tertabrak sebuah mobil, dia malah kebingungan dan berdiam diri, bukan berusaha menyelamatkan diri dengan cara lari. Padahal, jarak antara pemeran dengan mobil itu sekitar 10-20m.

fakta sinetron indonesia

Pemeran malah kebingungan padahal jarak masih jauh

Lalu, pemeran itu tertabrak. Tapi apa? Ketika tertabrak mobil, masih ada jarak yang cukup jauh antara mobil dengan pemeran yang tertabrak. Tetapi sayangnya, kejadian itu sangat didramatisir.

fakta sinetron indonesia

Masih ada jarak antara pemeran dengan mobil

Ketika insiden itu telah terjadi, hanya tersentuh mobil sedikit saja, pemeran sudah Berlumuran darah bahkan hingga babak belur. Terlihat jelas bahwa mustahil sekali hanya tersenggol sedikit tetapi pemeran langsung berdarah sebanyak itu.

fakta sinetron indonesia

Setelah tersenggol sedikit saja, pemeran sudah berlumuran darah

Ya, mungkin itu saja beberapa Fakta Sinetron Indonesia versi Saya yang mungkin bisa dijadikan kritikan untuk kemajuan sinetron Indonesia. Kita bangsa yang cerdas, kita tidak bisa terus seperti ini. Semoga suatu hari nanti sinetron di Indonesia bisa maju.