rencana keuangan

Cara Mengatur Rencana Keuangan untuk Bisnis

Untuk memulai sebuah bisnis bukan merupakan hal yang mudah. Berbagai cara harus dilakukan agar memiliki bisnis yang stabil dan akhirnya dapat bertahan dan berkembang. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah mengatur keuangan. Caranya yaitu dengan menyusun rencana keuangan berdasarkan pada jumlah modal yang dimiliki dan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Penyusunan rencana tersebut, dapat membantu seseorang atau pelaku bisnis untuk membangun bisnis menjadi lebih terkendali.

rencana keuangan

Sumber gambar: carakredit.com

Agar rencana mendirikan dan mempertahankan bisnis sesuai dengan keinginan, terdapat beberapa periode kerja yang harus dilalui. Pertama yaitu dengan mengumpulkan modal. Modal yang akan hendak dikerjakan. Modal dapat dikumpulkan dengan cara mengambil sejumlah uang dari tabungan yang dimiliki, meminjam dari orang lain atau dengan meminjamnya dari bank. Jika meminjam modal dari bank, yang harus diperhitungkan selain jumlah modal kerja yang harus dipinjam, juga harus memikirkan cara untuk mengatur keuangan agar dapat membayar angsuran pinjaman.

Kedua adalah mengelola tabungan. Dari modal yang telah dikumpulkan, kemudian memabngun sebuah bisnis yang telah direncanakan, akan didapatkan keuntungan dari penjualan barang atau jasa yang ditawarkan. Pengelolaan keuangan yang baik dari keuntungan yang didapatkan walaupun jumlah keuntungan belum dapat dikatakan besar, akan membantu Anda untuk dapat memperbesar usaha bisnis Anda sedikit demi sedikit. Pengaturan uang tersebut juga dapat membantu Anda membayar hutang yang dipinjam untuk modal bisnis.

Pada pengaturan rencana keuangan agar bisnis menjadi lancer dan dapat bertahan, sebaiknya pisahkan antara uang pribadi dengan uang yang digunakan untuk usaha. Pemisahan tersebut dapat mempermudah pengaturan keuangan. Ketika mengaplikasikan rencana dalam mengatur keuangan, sebaiknya catat pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan ke dalam buku besar atau buku terpisah untuk mengetahui kondisi bisnis yang Anda jalani. Dari hasil tersebut, Anda dapat memutuskan solusi untuk kondisi yang dihadapi. Misalnya jika merugi, terdapat beberapa bagian yang anggarannya harus dipotong, missal jika mengalami untung, jumolah keuntungan dapat ditambahkan sedikit untuk membeli atau untuk memproduksi barang sehingga barang yang dihasilkan lebih banyak dan menambah keuntungan selanjutnya.

Tulisan ini merupakan guest post yang ditulis oleh Rio Quiserto. Anda punya artikel yang menarik, promosi produk, jasa atau keperluan komersial lainnya? Silakan menghubungi saya melalui halaman Kontak.

2 Responses