Opini

Daur Ulang Saja ? Tidak efektif !

Mendaur ulang sampah kini bukanlah cara yang efektif lagi untuk menanggulangi penumpukkan sampah di Indonesia. Ini dalam konteks mendaur ulang saja. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya volume sampah di TPA dari tahun-ketahun. Pada tahun 2007 kota Surabaya menempati posisi pertama dengan rata-rata timbunan sampah 9650 m3/hari, disusul oleh kota Bandung dengan rata-rata timbunan sampah 7.500 m3/hari.

timbunan sampah bantar gebang

Timbunan sampah di Bantar Gebang

Selain teknik daur ulang, perlu adanya kombinasi dengan teknik reuse dan reduce. Reuse berarti menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan, sedangkan reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, seperti plastik.

keranjang belanja

Keranjang belanja

Setelah bisa mengkombinasikan reuse dan reduce dengan daur ulang (recycle), kita juga harus pandai menggunakan barang dengan tepat dan efisien. Contohnya, dahulu ibu-ibu menggunakan kerangjang belanja untuk membawa barang belanjaan yang dibelinya, sedangkan sekarang lebih banyak yang menggunakan plastik. Keranjang belanja bisa digunakan secara berulang dan tentunya ramah lingkungan, sedangkan plastik bisa dijamin setelah digunakan langsung dibuang. Maka dari itu, marilah kita berpikir lebih untuk hal ini dengan menggunakan barang dengan tepat dan efisien.

Sumber dan referensi

You Might Also Like

  • Dwiky Reynaldi
    July 5, 2012 at 2:07 pm

    Jakarta makin kelamaan sampah nya makin banyak,
    bisa” Jakarta tenggelam jangan sampe :D

  • randy yang penting share
    July 5, 2012 at 3:07 pm

    Sampah itu salah satu masalah yang sampe saat ini masih belum ada penyelesaiannya secara efektif (indonesia terutama) kalau dijepang sampah jadi sumber pembangkit listrik lohh

    • Ijal Fauzi
      July 6, 2012 at 2:21 am

      penyelesainnya sih banyak bang, cuma prosesnya aja yang belum efektif. jadi sumber pembangkit listrik? weh lebih keren ketimbang Indonesia yang baru daur ulang doang ya :/

  • Unknown
    July 5, 2012 at 6:28 pm

    Tuh pendatang Jabodetabek juga sampah. Menuh2in Jakarta. :D

  • Harun ITSoftCenter
    July 7, 2012 at 7:52 am

    Saya sering ngeliat sungai ciliwung di tv,penuh banget dengan sampah,sayang sekali klo ngeliat sungainya jd kotor,padahal jika di daur ulang jadi suatu barang yang bisa berguna akan lebih baik.

    • Ijal Fauzi
      July 13, 2012 at 6:55 pm

      Sebenarnya, itu tidak lain dan tidak bukan karena para warga yang tinggal di bantaran sungai, membuang sampah seenaknya. Sekalinya kebanjiran baru deh kebingungan.

  • BagiBagiBlog
    July 9, 2012 at 3:14 am

    Solusi yang MANTAFFF BANGET!!!
    Coba kalo semuanya Sadar akan pentingnya memelihara Lingkungan dengan efektif begitu.. pastinya sampah tidak semakin menumpuk saja.. dan bisa dimanfaatkan lagi deh..
    ^_^

    • Ijal Fauzi
      July 13, 2012 at 6:58 pm

      Tapi semuanya memang butuh proses ya mas, saya coba untuk ngga buang sampah sembarangan aja kadang masih tetep buang sembarangan :p

  • Dany F.H.
    July 11, 2012 at 11:21 am

    Sampah memang masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan sampai sekarang ini. Mungkin yang masih dipertanyakan dari segi pengelolaan sampah itu sendiri, mungkin bila kedua cara diatas bisa diterapkan. Saya kira masalah soal sampah akan segera terselesaikan.

  • Ijal Fauzi
    July 13, 2012 at 6:57 pm

    Ngeri gimana mas Salim? Kalo pendek aja kadang ngga dibaca sama beberapa pengunjung, apalagi panjang :/

  • Alam Perwira
    July 15, 2012 at 2:56 am

    sampah masyarakat yang paling susah di daur ulang :D

  • arif
    July 17, 2012 at 10:51 pm

    @alam perwira, klo sampah masyarakat daur ulangnya seperti panti rehabilitasi dan pondok pesantren :D

    • Ijal Fauzi
      July 18, 2012 at 4:27 pm

      Jangan salah loh, pesantren bukan tempat rehabilitasi kok :)

  • Majalah Masjid Kita
    July 24, 2012 at 5:22 am

    setuju saya mas.. selamatkan ekologi kita mas ;( memprihatinkan sekali kondisinya sekarang2 ini :(

  • seLirgue
    August 14, 2012 at 4:37 am

    Alhamdulillah saya tinggal di Pedesaan mas, sampai saat ini udaranya masih alami serta sampah yg bertebaran tidak seperti yg di perkotaan …
    Mudah2an saja masyarakat bisa sadar dengan bahayanya membuang sampah sembarangan … :)