Kenaikan Harga BBM dan Hubungannya dengan Kegalauan Siswa

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM sudah menjadi topik hangat yang sering dibicarakan di media cetak maupun elektronik, terlebih masyarakat juga tidak jarang mengeluhkan membicarakan tentang kebijakan pemerintah yang konon akan dimulai pada tanggal 1 April 2012 ini.

Tolak kenaikan BBM

Tolak kenaikan BBM

Rencana kebijakan tersebut terungkap dalam dokumen Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2012, Rabu (07/03/2012). Dalam nota tersebut, Pemerintah menulis belanja subsidi pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp. 273,15 triliun, melonjak Rp. 64,3 triliun atau 30,8 persen dari alokasi Rp. 208,85 triliun di APBN 2012. [1]

Di postingan kali ini saya bukan ingin mengkritik, unjuk rasa atau bahkan melakukan tindakan anarkis (bagaimana caranya ya?). Lalu apa? Di postingan ini saya ingin mendokumentasikan beberapa celotehan teman saya, mengenai kenaikan BBM kali ini sekaligus sedikit beropini.

Adakah pengaruh kenaikan BBM dengan kegalauan siswa / mahasiswa ?

“BBM naik ntar berguru sama wiro sableng biar di ajari terbang, kan lumayan tuh kalau bisa terbang jadi gak usah beli BBM, wkwkwkwkwk…”


Deny E. Wicahyo / Mahasiswa / Murid wiro sableng

“galau? iya kali, BBM naik, bahan pokok naik, harga makanan cafe / resto naik, yg mau ngajak makan / jalan jadi mikir dulu, buat yg ngga punya pacar juga bisa jadi galau kalo harga parfum naik, ngga laku2 deh #lolzz…”


Ladida / Mahasiswa / Tukang parfum

“ada.

1. mahasiswa yang berpacar bakal lebih berpikir dalam mengantar, menjemput, serta mengajak pacarnya kenan menggunakan kendaraan.

2. mahasiswa yang sedang dalam keterlambatan menuju kampus, jika di tengah jalan kendaraannya kehabisan bensin dan dia tidak bawa dompet, terpaksalah dia ngulang matkul tersebut tahun depan.

That’s all”


Datafaogo Stevanus / Mahasiswa / Mahasiswa berpacar

“ada, yang punya pacar semangat ngapel di malam minggu menurun sekitar 68%, ini tentu sebuah langkah awal untuk penjombloan massal..”


Ramy Dhia Humam / Siswa / Koordinator penjombloan masal

“gue anak kos, ga perlu naek angkot ke kampus. gue LDR, ga ada jam buat satnite sama pacar. gue masak sendiri, hemat. buat kegalauan, dari lahir gue udah galau, gue cewek apa cowok”


Funy Alfiani / Mahasiswi / Cewek atau cowok ?

“bisa jadi karena tingkat galau mahasiswa jamn skrg diliat dr tangki bbm di motor/mobilnya..tangki penuh urusan cinta lancar..”


Debrina Intani / Mahasiswi / Distributor tangki

“banyak donk
negatif:
angkutan entar “ngetem”nya lebih lama
terus mesti SPP naik dah
positif :
Mungkin sepeda kayuh lebih sering digunakan”


Nasrul / Siswa / Kernet angkot

“tarif angkot naik . Ngenes bgt bagi saya yg pake angkot”


Teguh Budi / Mahasiswa / Sopir angkot

“gue uring2an,ya mikir dua kali ato sms dulu siswanya wkwkw,kalo gak daatang kan rugi diongkos haaha”


Randy Oktari / Mahasiswa / Guru privat yang galau

“buat siswa, kalo BBM naik nanti ongkos naik, makanan di kantin ikutan naik, sedangkan uang jajan gak di naikin sama orang tua. terus nanti di sekolah mau makan apa? makan angin? ya kali gue Spongebob ‘_’

gue juga LDR, satu pertanyaan gue. kalo BBM naik harga pulsa ikutan naik apa enggak? kalo naik, maka gue galau.
sekian”


Rizky Noorrahmi / Siswi / Mba-mba kantin

1 pertanyaan itu saya lontarkan di 3 grup facebook yang saya rasa nyaman untuk berdiskusi dan mengenal anggota-anggotanya. Sebenarnya bukan cuma 10 orang saja yang menjawab, tapi ini saya sortir beberapa saja. Berdasarkan jawaban diatas, sepertinya tidak ada satupun yang mengindikasikan sebuah dukungan terhadap kebijakan ini. Disini, saya memposisikan diri sebagai siswa SMA yang uang saku masih di kasih orang tua. Soal naik atau tidaknya uang saku, itu terserah, saya tidak terlalu memperdulikannya. Jadi, sepertinya tidak ada dampak langsung bagi saya, kecuali harga jajanan yang kemungkinan ikut naik seiring dengan naiknya harga BBM.

“Nyesek adalah pak SBY bilang ‘April Mop! BBM ngga naik’ di tanggal 1 April nanti”


@Knnhrdja / Siswi / Korban april mop tahun lalu

Kesimpulan

Terima saja kebijakan dari pemerintah, pasti mereka sudah mempertimbangkan segala sesuatunya. Saya rasa, mereka juga tidak mau menaikkan harga BBM tanpa alasan. Kita sebagai masyarakat, setidaknya berikanlah sedikit kepercayaan kita kepada mereka. Buat pemerintah, jagalah amanat dan kepercayaan dari masyarakat, itu perbuatan mulia kok. Saya bukan pro, saya juga bukan kontra, saya bingung saya ini apa.

Sumber dan referensi

51 Responses

  1. Hmm… BBM masih Normal aja, dimana2 udah pada GALAU!!!
    Rencana BBM mo naik… udah banyak yang PINGSAN!!!
    Menjelang Malam 1 April.. apalagi????
    Aw.. Aw… Aw…
    Yaach.. mo gimana lagi?
    Kalo Pemerintah aja maunya begitu, sepertinya mo Protes udah dicuekin deh.
    Kalo Ayas siy mending pasrah aja, mo naik gak masalah… mo turun malah Alhamdulillah!!!

    Karena semua itu udah ada perencanaan dan pertimbangan2 yang matang.
    Tinggal Kita yang dituntut semakin bijaksana dalam mengelola keuangan pribadi masing2…
    PizZZZZ,,,,
    ^_^

    1. Haha, iya itu emang bener bang. Soal tukang parfum…….. sesuai sama pendapat masing-masing, kalo yang bicarain parfum, berarti tukang parfum :p

  2. kalau saya, dikarenakan saya menggunakan angkutan umum, maka pasti saya kepikiran dan sedikit terbebani Jal, mana kampus saya jauh lagi:)

    #namanya mahasiswa sebenarnya tidak galau lagi, karena mahasiwa baiknya memiliki pikiran yang dapat memilah-milah ketika ada suatu problem yang terjadi:)

  3. Suka pusing kalau membahas pemerintahan Indonesia yang tek kelar kelar permasalahannnya.. Apalagi yang kasus BBM ini.. Apa sieh keinginan negara Indonesia, Gax ada kemajuan melainkan kemunduran yang ada.

  4. yaaah,, beginilah mekanisme pemerintahan indonesia, asal orangΒ² pemerintahan tetap masuk uang lebih, semua di halalkan ,,, hehehhe

    nice post gan πŸ˜€